fbpx

Water Softener Fungsi Cara Kerja dan Kegunaan Pada Bidang Industri

Pengertian Water Softener

Cara Kerja Water Softener ~ Water Softener yaitu sebuah metode atau proses dengan fungsi untuk menurunkan konsentrasi magnesium, kalsium dan juga ion lainnya yang berkategori hard water. Dalam hal ini hard ion bisa mengakibatkan berbagai macam efek yang tak diinginkan seperti sulitnya terbentuk busa pada sabun dan menyebabkan timbulkan Limescale yakni kerak putih pada pipa air panas boiler maupun ketel.

Cara Kerja Water Softener

Proses pelunakan air atau Water Softening merupakan sebuah proses untuk dapat menyaring/memfilter tingkat kesadahan pada air atau hardness. Di mana salah satu contoh akibat tingginya hardness ini yaitu bisa mengakibatkan kerusakan yang terjadi dalam tangki uap, boiler maupun sistem pengolahan yang lainnya. Adapun Filter Water Softener di sini adalah alat yang berperan menyerap kadar atau kandungan kapur seperti magnesium dan kalsium. Biasanya tabung softener sendiri didalamnya terdapat resin kation, yang nantinya menarik ion-ion seperti magnesium, kalsium, besi dan sebagainya serta melepaskan ion natrium.

Cara Kerja Water Softener

Fungsi dan Kegunaan Water Softener

Bagi yang tinggal di daerah pegunungan tentunya air yang dikonsumsi atau digunakan untuk mencuci kemungkinan besar mengandung kapur dengan kadar yang tinggi. Dalam hal ini air dengan kandungan kapur tersebut lebih mudah menyebabkan timbulnya kerak, membuat pakaian putih lebih mudah kusam serta bisa digunakan untuk memasak menyebabkan kerak pada panci sehingga membutuhkan gas elpiji lebih banyak.

Selain kasus di dalam rumah, juga kasus-kasus di dunia industri misalnya saja industri farmasi, tekstil dan sebagainya yang memerlukan air murni untuk proses pada boiler sehingga membutuhkan Filter Softener sebagai alat untuk penyerapan kapur untuk menghindari dampak buruk yang terjadi oleh karena akibat air tersebut memiliki kesadahan yang tinggi.

Cara Kerja Water Softener

Metode yang dimanfaatkan biasanya mengandalkan cara penyerapan ion Mg2+ dan Ca2+ yang terkandung dalam air. Adapun proses yang dipakai yaitu dengan mengikat ion-ion tersebut pada sebuah molekul sehingga menghilangkan kemampuan ion tersebut dalam membentuk scale atau kerak maupun mengganggu kinerja dari deterjen. Penghilangan ini dapat dicapai melalui metode presipitasi dan pertukaran ion.
Teknologi Water Softener ini memanfaatkan 2 jenis peralatan yakni Tangki Softener untuk penyimpanan resin serta Brine Tank sebagai tempat penyimpanan garam atau NaCl. Dalam hal ini resin kation pada softener berfungsi menyerap kapur dan setelah resin jenuh atau dipenuhi oleh zat kapur maka bisa dilakukan aktivasi ulang hanya memakai garam NaCl. Adapun tangki softener ini bisa dioperasikan berbeda-beda disesuaikan dengan jenis valvenya itu sendiri. Bila digunakan manual, operator akan membuka dan menutup kran untuk mengendalikan tingkat, frekuensi serta waktu regenerasi.

Sementara bila Filter Softener tersebut dipakai dengan semi automatic, operator pun hanya melihat siklus regenerasi, dan tombol pun akan ditekan ketika softener harus diregenerasi, lalu unit yang nantinya mengendalikan proses regenerasi.

Tanki Softener ini pun dapat dioperasikan otomatis melalui kelengkapan pengatur waktu mengawali regenerasi serta tiap tahapan proses itu sendiri. Di mana operator itu sendiri hanya perlu melakukan pengaturan waktu serta penambahan garam berdasarkan kebutuhan. Adapun cara pengoperasian unit dari Water Softener yaitu :

# Proses Filtrasi

Di mana dalam proses tersebut, air terfiltrasi lalu menyaring dari bagian atas menuju bagian bawah lewat pertukaran ion kaion. Dalam proses tersebut unit pada softener filter bisa mengikat beberapa kadar kapur pada kandungan air.

# Proses Backwashing

Dalam proses ini, terjadi proses pencucian sebuah media filter, di mana sudah tersumbat maupun sudah banyak tersumbat oleh kotoran didalam media filter dengan begitu mengurangi aliran air yang telah dihasilkan. Untuk itulah diperlukan metode backwashing.

Biasanya proses backwashing sendiri perlu dilakukan sekitar 3-6 hari sekali tergantung pada kualitas air sumber yang ada, selain itu jika kondisi pada debit air menurun atau berkurang juga diperlukan proses backwashing. Dengan begitu hal tersebut mesti dilakukan backwashing dengan kontinu supaya kondisi dan kualitas air pun menjadi baik. Proses backwashing ini harus dilakukan hingga air output pada buangan tampak lancar dan bersih, kira-kira memerlukan waktu 30 menit untuk proses ini.

# Proses Regenerasi

Proses regenerasi yaitu proses pengaktifan dari media resin kation dan media garam NaCl murni yang dialirkan. Caranya siapkan garam dapur atau NaCl murni sekitar 20% kemudian larutkan dalam air menggunakan tabung khusus lalu proses regenerasi pun dapat dilakukan.

# Proses Fast Rinse

Merupakan proses akhir dari backwashing atau regenerasi. Untuk melakukan proses ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit hingga air buangan pun lancar. Dan biasanya merupakan proses pembilasan agar sisa garam dalam air dapat terbuang sempurna.